Sejak beberapa bulan lalu kegaduhan semakin marak. Publik melihat dengan gemes karena kelihatan di permukaan Jenderal Gatot Nurmantyo bermain politik. Publik dan partai pun terkecoh. Publik lupa bahwa Presiden Jokowi bukanlah politikus sejati, yang justru bisa bersikap dan bertindak melebihi para politikus. Langkah dan sikap Jokowi dan Gatot merupakan langkah menyikapi seluruh perkembangan politik makro dan strategi Pilpres 2019, terutama menguatnya Islam radikal.
Aksi 299: Kegagalan Prabowo-SBY Usung Politik Identitas Islam Radikal ala IM Sampai Trump
Prabowo dan PKS serta HTI sangat memahami konstelasi politik internasional, lalu diadopsi menjadi kebijakan kampannye di Indonesia. Langkah ini diambil dengan melakukan perbandingan meskipun tidak berlaku apple to apple, atau manggis ke manggis.

Brexit

Kemenangan Brexit di Inggris sukses karena menggunakan kampanye penuh hoax dan kepalsuan oleh Boris Johnson dan Nagel Farage. Cara palsu memberitakan antara fakta dan opini dibuat sedemikian rupa seperti Inggris akan menghemat miliaran Poundsterling jika keluar dari Uni Eropa, dan kebencian terhadap orang asing atas nama nasionalisme dibangun – untuk merebut suara mayoritas.

Di Indonesia. Praktek parallel yang dilakukan di Indonesia adalah menghembuskan anti asing. Indonesia digambarkan di bawah dominasi asing dengan standard kebencian tertinggi dialamatkan ke Tiongkok. Indonesia digambarkan akan menjadi bagian China. Sentimen ini semakin menjadi-jadi dan warga minoritas Tionghoa di Indonesia menjadi target rasisme dan intoleransi.

Para pentolan yang suka menyebutkan dominasi asing secara sinis seperti Prabowo bocor, juga si politikus apkiran Amien Rais, diikuti banyak buzzer. Para pentolan PKS yang mendukung Prabowo pun palinng senang meneruskan isu negatif dan memecah belah.

Donald Trump

Donald Trump di Amerika Serikat memenangi kursi kepresidenan dengan mengusung kebencian etnis, agama, golongan, dan isu nasionalisme sempit. Dengan cara ini mayoritas warga kulit putih yang berpendidikan rendah dan kelas menengah yang ditipu dengan berita bohong, false news, yang diproduksi dari kota kecil Veles di Macedonia. Media sosial dijadikan alat untuk merusak kredibilitas Hillary Clinton.

Di Indonesia. Sama dengan Trump, media sosial penuh penipuan digunakan. Isu kebangkitan PKI dihembuskan paling banyak oleh para pendukung Prabowo dan PKS, juga didukung oleh Saracen dan beberapa geng lain yang belum ditangkap. Bahkan dari berbagai kesempatan Alfian Tanjung, dengan jelas menyebut tentang adanya rapat PKI di Istana. Juga penyematan penghinaan terus-menerus terhadap Presiden Jokowi.)

Erdogan

Kediktatoran atas nama Islam Erdogan di Turki berhasil menancapkan kukunya dengan isu etnis Kurdi dijadikan alat untuk memantik nasionalisme mayoritas Turki. Sikap Erdogan yang menguasai Turki dengan melakukan kudeta palsu seperti kasus PKI 1965 yang mengantarkan eyang saya Presiden Soeharto naik ke tampuk kekuasaan. Ribuan orang diadili. Ratusan ribu pegawai negeri, hakim, tentara, dan bahkan wartawan dan penjaga masjid pun dihukum dengan sewenang-wenang. Caranya adalah dengan pengerahan massa di jalanan.

Selain isu etnis, Erdogan juga menggiring rakyat Turki dengan AKP-nya untuk menjadi bagian dari Islam radikal ala Ilhwanul Muslimin dan Wahabi – itu sebabnya Turki dan Arab Saudi memerangi Assad di Syria karena mereka sepemahaman Islam radikal.

Di Indonesia. Paham Ikhawanul Muslimin yang diyakini oleh partai agama PKS dan beririsan dengan Muhammadiyah dijadikan soko guru untuk meradikalisasi Islam Nusantara. Islam rahmatan lil alamin yang dianut mayoritas pendudukn Indonesia hendak digeser dengan pemahaman Wahabi, Ikhwanul Muslimin, dan bahkan khilafah seperti HTI, FUI, FPI yang menjadi penyokong utama Prabowo dan SBY, seperti tergambar di Pilkada DKI 2017.)

Wahabi

Juga pengalaman perselingkuhan rezim Keluarga Saud di Arab Saudi dengan pentolan Islam puritan Wahabi, dijadikan simbol penguasan politik dengan baju agama. Mereka menggunakan agama sepenuhnya untuk tujuan politik mereka. Para pentolan agama Wahabi pun mendapatkan kekuasaan atas nama agama dengan kucuran kemewahan tanpa batas. Ini untuk membeli dukungan mereka.

Syekh al Hajari menyebut perempuan hanya punya setengah otak, setelah berbelanja perempuan otaknya tinggal seperempat. Sikap seksis dan rasis ini membawa perempuan kembali kea lam 1500 tahun lalu.

Manal al-Sharif 2011 terusir dari Saudi bukan hanya karena protest tentang hak menyetir (yang dilegalkan sejak Maret 2018 nanti), dan kini tinggal di Sydney,tetapi juga dia melanggar aturan larangan menikah bagi perempuan Saudi – yang di 2015 dilegalkan bagi perempuan Saudi yang berkulit hitam. Perempuan Saudi berkulit putih dilarang menikah dengan warga asing.

Perselingkuhan ini menghasilkan diktatorisme dan pemerintahan absolut puritan yang membatasi semua gerak rakyat. Hukum adalah Wahabi dan Keluarga Kerajaan. Lainnya hanyalah norma yang digunakan untuk melegitimasi kekuasaan mereka. Isu lainnya yang mereka pakai adalah isu Syiah. Sentimen ini khas dibuat oleh Wahabi untuk mencari simpati warga Sunni.

Hasil dari seluruh pembiakan itu adalah rakyat Saudi menjadikan Islam lain selain Wahabi dianggap bukan Islam. Maka terorisme menjadi ternak yang berbiak ke seluruh penjuru dunia.

Saudi adalah negara pengekspor teroris terbesar di dunia. Lihat saja kiprah Osama bin Laden. Dia mendidik dan membiayai terorisme di seluruh dunia, termasuk pemboman menara kembar WTC dan target pembajakan lain di Amerika pada 2001. Dalam konfilk terbaru Syria, Saudi mengirimkan pejuang ISIS asing terbanyak kedua dari luar Syria dan Iraq.

Di Indonesia seluruh unsur kekuatan oposisi membawakan Islam radikal hendak dijadikan alat masuk untuk berkuasa. Terorisme di Indonesia oleh kalangan Islam radikal dan simpatisannya dianggap sebagai suatu perjuangan, jihad, dan hidup di tengah masyarakat. Terorisme berakar dan hendak dijadikan alat untuk menerik simpati Islam radikal mendukung Prabowo. Fadli Zon sebagai pentolan Gerindra berkali bertemu dan bahkan mengunjungi teroris Abu Bakar Ba’asyir. Dari PKS, Tifatul Sembiring pun menunjukkan simpati terselubung dengan menyebut ISIS sebagai (istri sholihah idaman suami). Sikap yang sangat menjijikkan mendukung dan bersimpati terhadap kelompok teroris.

Maka kekuatan Prabowo dan SBY pun mengusung dan menarik Islam radikal untuk dijadikan mitra merebut kekuasaan. Tidak peduli terhadap intoleransi, persekusi, unjuk kekuatan, perpecahan, yang penting ambisi pribadi dan golongan terpenuhi. Indonesia di ambang disintegrasi dan perpecahan.

Teroris Ikhwanul Muslimin

Sejak lama Ikhwanul Muslimin dijadikan sebagai ideologi impor yang menjadi idola para anggota partai agama PKS. PKS menjalin kerjasama erat dengan IM alias AKP di Turki. Berbagai kunjungan dilakukan oleh para pentolan partai agama PKS ini.

Ideologi IM ini sangat mirip dengan Wahabi dan khilafah HTI. IM menempatkan nasionalisme untuk tujuan pembentukan khilafah secara bertahap. Ideologi ini menempatkan nasionalisme di bawah kekhalifahan, negara khilafah, seperti yang didengungkan oleh para pendemo kemarin.

Nah organ di Indonesia yang digandeng Prabowo dan SBY adalah FPI, FUI, dan HTI. Mereka menjadi ujung tombak untuk mengaduk-aduk sentiment anti Jokowi, sentiment anti asing, bahkan menciptakan dan melakukan framing pem-PKI-an terhadap siapa pun. Ide ini sangat berbahaya. Selain itu intoleransi pun dihembuskan dan dijadikan alat politik seperti dibuktikan di Pilkada DKI 2017. Isu ayat dan mayat menjadi alat untuk merusak kehidupan dan kerukunan – demi untuk merebut suara.

Dengan aksi 299, semakin tampak kegagalan Prabowo untuk menggunakan politik identitas Islam radikal untuk merebut kekuasaan di 2019. Semua sepak-terjang dan taktik serta strategi dari berbagai negara, dengan segala cara, justru nampak semakin busuk, dan itu menjadi titik balik Prabowo dan SBY. Mereka akan melihat periode 2019-2024, di dinding kantor atau sekolah, terpampang foto seorang bekas tukang mebel, Jokowi dan Jenderal Gatot Nurmantyo/Moeldoko, tersenyum memandangi Prabowo dan SBY – dengan syarat AH2 berhasil dijinakkan.

Posting Komentar

Warta Dompu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-2mBCS3yYrBk/Wj059R-fHEI/AAAAAAAAAOM/PW-QOSxL99EVnjuFLLytXHTU-EDGkcp-ACLcBGAs/h120/WD.png} Harian dompu untuk indonesia, menyajikan berita lokal, nasional maupun internasional terkini {facebook#https://www.facebook.com/wartadompu} {twitter#https://twitter.com/wartadompu} {google#https://plus.google.com/u/0/111968712748616791463} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/wartadompu/} {instagram#https://www.instagram.com/wartadompu}
Diberdayakan oleh Blogger.